Dukung Hari Down Syndrome Sedunia, Bank MAYORA Beri Tabungan Bagi Pemenang Lomba Vlog Aku Ada Aku Bisa

Dirilis pada 26 Maret 2018

Jakarta - PT Bank MAYORA mendukung Hari Down Syndrome Sedunia (HDSD) dengan memberikan hadiah tabungan total senilai Rp 3 juta kepada tiga pemenang Vlog Aku Ada Aku Bisa pada Minggu, 25 Maret 2018 di area Car Free Day (CFD) Sudirman, Jakarta.

 

Penyerahan hadiah tabungan dilakukan oleh perwakilan Corporate Communication Bank Mayora kepada para pemenang yang masing-masing mendapatkan Rp 1.250.000 (juara I), Rp 1.000.000 (juara II), dan Rp 750.000 (juara III).

 

Kepala Divisi Corporate Communication & Quality Management Bank MAYORA, Yoewanty Dirgantoro, mengatakan dukungan terhadap acara HDSDD merupakan komitmen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Perseroan untuk anak-anak berkebutuhan khusus.

 

Sejak tahun 2016, Bank MAYORA telah menjalin kerjasama dengan Yayasan Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS). Perhatian diwujudkan dalam bentuk penyaluran dana, dan partisipasi dalam penyelenggaraan berbagai program kegiatan yang diinisiasi oleh POTADS.

 

Hari Down Syndrome Sedunia diperingati setiap 21 Maret. Pada HDSD tahun ini POTADS menyelenggarakan Fun Day dan Fun Walk pada 24-25 Maret 2018 yang diikuti oleh sekitar 700 orang.

 

Ketua Umum POTADS Sri Handayani mengatakan bahwa tema Aku Ada Aku Bisa untuk mengingatkan masyarakat tentang keberadaan orang dengan down syndrome di Indonesia. Dia mengharapkan, masyarakat dapat melihat bahwa setiap mereka juga punya hak yang sama dan setara.

 

“Ada banyak orang dengan down syndrome yang berhasil bekerja, mandiri, dan berprestasi. Saya berharap, dunia pendidikan dan kerja di Indonesia bisa bersinergi untuk membangun inklusi untuk anak-anak down syndrome sehingga Aku Ada Aku Bisa ini bisa diwujudkan bersama-sama,” tandasnya.

 

Senada, ketua pelaksana Hari Down Syndrome Sedunia, Bernadeta juga mengharapkan akan tersedia lebih banyak kesempatan dan masa depan pekerjaan bagi anak dengan down syndrome di Indonesia. Salah satu kuncinya, menurutnya ada pada sistem pendidikan yang ramah anak dengan down syndrome (ADS).

 

Pada gelaran pembuka yang diadakan akhir pekan lalu, POTADS menggelar beragam lomba seperti tari modern, tari daerah, peragaan busana daerah dan penampilan musik, serta kompetisi vlog. Proses penjurian dilaksanakan di Rumah Ceria Down Syndrome POTADS yang berlokasi di Pejaten Barat, Jakarta Selatan.